- Get link
- X
- Other Apps
Dalam sunyi terdalam jiwa menyelam,
Menembus batas antara malam dan siang,
Bukan di sini, bukan pula di sana,
Namun di ruang tanpa nama, tanpa rupa.
Kesejatian bukanlah terang atau gelap,
Ia hadir melampaui kata, melampaui tampak,
Seperti air yang mengalir tanpa bentuk,
Tak terhenti oleh dinding, tak tersinggung oleh arus.
Kebijaksanaan tak bersuara, tak berwujud,
Ia tersimpan dalam diam yang tak terpaut,
Menari bersama waktu tanpa pernah melawan,
Sebab tahu, segala hanya titipan Tuhan.
Segala pertanyaan lahir dari satu,
Satu yang menyelimuti dua, tiga, hingga tak terbatas,
Namun tiada jawaban kecuali kesadaran,
Bahwa semua ini hanyalah bayangan.
Apa yang engkau anggap milik, hilang dengan waktu,
Apa yang engkau sebut diri, pudar di hadapan yang hakiki,
Karena pada akhirnya, yang abadi bukan engkau,
Tapi kesadaran, yang meliputi segala yang fana.
Kebijaksanaan tak menghukum, tak menilai,
Ia hadir dalam kelapangan hati yang purna,
Menerima segala yang datang dan pergi,
Sadar bahwa dalam setiap kejadian, ada takdir Ilahi.
Dalam dualitas, kita mencari,
Namun dalam monolitas, kita menemukan,
Bahwa sejatinya, dua tak pernah ada,
Yang ada hanya satu, yang tiada terbagi.
Hidup adalah persinggahan, bukan tujuan,
Mati hanyalah kelanjutan, bukan akhir perjalanan,
Dalam kebijaksanaan kesejatian, semua tenang,
Sebab tahu, tiada apa-apa selain yang Maha Esa.
#iramaqolbu

Comments