Mencintai Tanpa Syarat

Saksi sebenarnya penyaksian diri

 

Siapa yang kita saksikan....?*
*Siapa yang menyaksikan...?*

Aku saksikan Ruh ku

Ruh ku yang menyaksi kan Jasad ku.

Makanya kulit daging kita Asal dari tanah.

Maka tanah di namakan
Haq'qim Karena tanah menjadi Kulit daging kita dialah yang Bersaksi.

Yang menyaksi kan itu ruh Menyaksi kan sengala Sifat perbuatan.

Apa yang telah di perbuat kan Buruk dan baik nya.

Yang kita berbicara itu bukan kita tapi ruh Kita.

Makanya kalau pahami
Dua kalimat syahadat pahami Asal diri.

Kalau jalan kita sudah sampai Di Tauhid itu hati hati jangan kita asal taunya shalat.

Karena ucapan

La ilaha illallah hu

Asyhadu alla ilaha illallah
WA asyhadu anna muhammad Rasulullah.

Ini ucapan perjalanan menentuKan ke al haq.

Banyak sekali ilmu kita pelajari.

Tapi dua kalimat syahadat ini yang lebih Pantas dari pada sengala ilmu.

Karena ini di saksikan
Dan penyaksian perjalanan Kehidupan.

Asal dari kejadian diri.

La ilaha illallah

La..hidup
Ila..ruh
Ha..nafas
Allah..nyawa.

Inilah penyaksian

Dari 4 anasir kejadian
Dari tanah api air angin

Tanah di jadikan kulit daging

Api di jadikan darah merah

Air di jadikan tulang sum sum

Angin di jadikan jantung dan urat.

La ilaha illallah
Tiada Tuhan selain Allah.

Tanah api air angin.

Alif lam Lam ha
Allah.

Nur tanah api air angin

Alhamdu ini tubuh sebenar tubuh kita.

Atau asyhadu alla Allah

Asyhadu anna tubuh kita.

Asyhadu alla ilaha illallah
WA asyhadu anna muhamad Rasulullah.

Paham asal diri
Paham ke sasaran
Paham ke jahatan.

Inilah penyaksian
Secara lahir dan batin.


Comments